Diantarahal-hal yang membuat hati menjadi lapang adalah cahaya yang Allah masukkan ke dalam hati seorang hamba, yaitu cahaya iman, yang mana cahaya tersebut dapat melapangkan dan meluaskan hati seseorang, serta membuat hatinya menjadi bahagia. Namun apabila Allah hilangkan cahaya tersebut dari hati seorang hamba, maka hatinya akan merasa Iajuga menyatakan bahwa cahaya pengetahuan yang muncul dari pikiran dapat mengubah hati yang memiliki kecenderungan pada sesuatu yang sebelumnya tidak disenangi. Adanya ketergantungan manusia terhadap ilmu Allah SWT inilah yang menjadi poin utama dalam konsep tafakkur. Maka, untuk mendapatkan ilmu Allah secara benar ialah dengan cara Ketahuilahbahwa manusia akan dikumpulkan dengan orang yang dia cintai. Kasihan anak-anak kita, tatkala idola-idola mereka orang-orang fasik, orang-orang kafir yang tidak pernah meletakkan keningnya di bumi Allah, yang tidak mengajak umat manusia kepada Allah, bahkan mengajak umat manusia kepada setan dan iblis. Engkaupenguasa alam yang mampu membolak-balikkan hati manusia yang lemah. Sesungguhnya manusia dan alam diciptakan untuk tunduk kepada hukum dan ketentuan sang Pencipta, sang Dalang Utama. Dan manusia sebagai ciptaanMu yang paling sempurna mempunyai akal dan pikiran untuk memilih. Karenanya jangan Kau tutup pintu hati manusia. Apayang Jauh Lebih Penting daripada Hijab? Dalam Kitab Taurat, Allah memerintahkan Adam dan Hawa untuk hidup suci, bukan berhijab. Mereka berdosa bukan karena Hawa tidak berhijab, tetapi karena melanggar firman-Nya (Taurat, Kejadian 1-3). Wahyu Allah (Taurat, Zabur, Injil) menekankan hidup suci jauh lebih penting daripada busana. Dosabukan hanya akan menuai siksaan pada hari akhirat, tapi juga membuat cahaya hati tertutup, kecuali ia bertobat. Rasulullah bersabda: “Jika seorang manusia melakukan sebuah dosa, maka manusia itu telah menorehkan noda hitam di dalam hatinya.” Manusia yang kembali bertobat dengan sungguh-sungguh dan beristighfar maka hatinya akan menjadi bersih Jikakita mempunyai hati yang bersih, maka anggota tubuh kita cenderung melakukan hal-hal yang disukai Allah, selalu taat dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal tersebut membuat kita semakin dekat dengan Allah dan semakin mengenal-Nya. Jadi, hati yang bersih lebih mudah untuk mengenal Allah SWT. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A. Merekalahyang lebih tahu akan Rabb-nya bila dibandingkan orang-orang awam dan mereka juga lebih tahu bahwa hati manusia bisa berubah-ubah, sehingga mereka berdoa dengan doa tersebut. Berlindung kepada Allâh dari hati yang tidak khusyû’ dengan doa yang telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yang berbunyi: MenjagaHati. (Luk. 21:34-36) “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”. Demikianlah nasihat Sang Guru kepada para murid-Nya dalam menyambut kedatangan-Nya yang kedua. LuAzq. HINANYA HATI YANG KERAS Oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah Lc, شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍMaka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya sama dengan orang yang hatinya keras? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. [az-Zumar/3922]Ringkasan Tafsir[1] “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk menerima agama Islam”, yaitu dengan dipermudah untuk mengenal-Nya, bertauhid kepada-Nya, taat akan perintah-Nya dan menjadi bertambah semangat untuk mengerjakan ajaran Islam. Dan ini adalah pertanda yang baik bagi seseorang.“Lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya”, yaitu cahaya kebenaran yang membuat hatinya bertambah yakin. Apakah mereka itu sama dengan orang yang hatinya keras? Tentu saja tidak sama.“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh”, yaitu mereka yang hatinya tidak lunak ketika diingatkan akan Allâh, tidak khusyû’, tidak paham, tidak sadar dan selalu membangkang.“Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” yang akan mengantarkan mereka kepada Memiliki Sifat Setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat-sifat tersebut pun bisa berubah-ubah setiap waktu. Begitu pula hati, dia pun memiliki sifat. Hati bisa menjadi sehat dan juga bisa menjadi sakit. Allâh Azza wa Jalla berfirmanفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًاDalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allâh penyakitnya …. [al-Baqarah/210]Hati juga bisa menjadi lunak dan juga bisa menjadi sekeras batu. Allâh Azza wa Jalla berfirmanثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةًKemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. [al-Baqarah/274]Begitu pula hati bisa mengkilap, bersinar dan bisa juga menjadi hitam kelam sebagaimana diterangkan di beberapa hadits Rasûlullâh Shalllallahu alaihi wa sallam . Oleh karena itu, sebisa mungkin seorang Muslim memperhatikan kondisi hatinya setiap saat, jangan sampai menjadi hati yang keras atau mulai mengeras sehingga nantinya akan menjadi keras dan sulit menerima kebenaran. Na’ûdzu billâhi min dzâlik. Bahaya Hati yang Keras Ayat di atas dengan jelas menerangkan bahwa orang yang hatinya keras sangat tercela dan dalam kesesatan yang nyata. Mâlik bin Dînâr t pernah berkata, “Seorang hamba tidaklah dihukum dengan suatu hukuman yang lebih besar daripada hatinya yang dijadikan keras. Tidaklah Allâh Azza wa Jalla marah terhadap suatu kaum kecuali Dia akan mencabut rasa kasih sayang-Nya dari mereka [2]Tanda-tanda Hati yang Keras atau Mulai Mengeras Hati yang keras atau mulai mengeras memiliki tanda-tanda sebagai berikutBermalas-malasan dalam mengerjakan kebaikan dan ketaatan, serta meremehkan suatu terpengaruh hatinya dengan ayat-ayat al-Qur’ân yang dibacakan. Berbeda dengan kaum mu’minîn, hati mereka akan bergetar jika dibacakan ayat-ayat al-Qur’ân atau diingatkan akan Allâh Azza wa Jalla . Allâh Azza wa Jalla الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙSesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allâh gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal [al-Anfâl/82]Tidak terpengaruh hatinya dengan berbagai ujian, musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allâh Azza wa Jalla . Allâh berfirman. اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَDan tidakkah mereka orang-orang munâfiq memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak juga bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran? [at-Taubah/9126]Tidak merasa takut akan janji dan ancaman Allâh Azza wa JallaBertambahnya kecintaan terhadap dunia dan mendahulukannya di atas akhiratTidak tenang hatinya dan selalu merasa gundahBertambahnya dan meningkatnya kemaksiatan yang dilakukannya. Allâh Azza wa Jalla berfirmanفَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَMaka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allâh memalingkan hati mereka. Dan Allâh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. [ash-Shaf/615]Tidak mengenal atau tidak membedakan perbuatan ma’ruf dan Kerasnya Hati Hati menjadi keras tentu ada penyebabnya. Penyebab-penyebab kerasnya hati di antaranya adalah sebagai berikutKesyirikan, kekufuran dan sebab yang paling besar yang dapat menutupi hati seseorang dari menerima kebenaran. Allâh Azza wa Jalla فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَAkan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, karena mereka telah mempersekutukan Allâh dengan sesuatu yang Allâh sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim [Ali Imrân/3151]Mengingkari perjanjian yang dibuat kepada Allâh Azza wa JallaAllâh Azza wa Jalla berfirmanفَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةًTetapi karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. [al-Mâ-idah/513]Ketika menafsirkan ayat ini, Syaikh Abu Bakr Al-Jazâiri, “Melanggarnya perjanjian dengan car tidak konsisten dengan apa yang ada di dalamnya yang berupa perintah dan larangan.”[3]Banyak tertawaNabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaلاَ تُكْثِرُوا الضَّحِكَ ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَJanganlah kalian banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati [4]Banyak berbicara dan banyak makanBisyr bin al-Hârits pernah berkata, “Ada dua hal yang dapat mengeraskan hati banyak berbicara dan banyak makan.”[5]Banyak melakukan dosaNabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaإِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ ، صُقِلَ قَلْبُهُ ، فَإِنْ زَادَ ، زَادَتْ ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ [[ كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ]] Sesungguhnya seorang Mukmin jika melakukan dosa, maka akan ada bintik hitam di hatinya. Jika dia bertaubat dan berhenti dari dosa tersebut serta memohon ampunan, maka hatinya akan mengkilap. Apabila dia terus melakukan dosa, maka bertambah pula noktah hitam itu. Itu adalah ar-rân penutup yang disebutkan oleh Allâh di kitab-Nya Sekali-kali tidak demikian, Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. [al-Muthaffifîn/8314]Lalai dari ketaatanAllâh Azza wa Jalla ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَDan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allâh, mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allâh dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allâh. Mereka itu seperti binatang-binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. [-A’râf/7179]Lagu-laguan dan alat musikAbdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu berkataالْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِى الْقَلْبِ Lagu-laguan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati [6]Suara wanita yang menggodaAllâh Azza wa Jalla berfirman. إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًاMaka janganlah kamu tunduk menghaluskan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik QS. al-Ahzâb/3332Melakukan hal-hal yang merusak hatiHal-hal yang merusak hati sangatlah banyak. Akan tetapi, dari semua itu ada lima hal yang menjadi faktor perusak hati. Kelima hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Ibnul-Qayyim t “Adapun lima hal yang merusak hati adalah banyak bergaul berkumpul dengan manusia, banyak berangan-angan, tergantung kepada selain Allâh Azza wa Jalla , kekenyangan banyak makan dan banyak tidur. Inilah kelima hal utama yang dapat merusak hati ”[7]Obat Hati yang Keras Hati yang keras juga memiliki obat agar dia bisa kembali melunak. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat melunakkan hatiBeriman kepada Allâh Azza wa Jalla dan selalu meningkatkan Azza wa Jalla berfirmanوَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُBarangsiapa yang beriman kepada Allâh niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya [at-Taghâbun/6411]Banyak mengingat Allâh ber-dzikr dan membaca al-Qur’ân dengan men-tadabburi-nya memahami dan merenungi maknanya.Allâh Azza wa Jalla berfirmanالَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُYaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! Hanya dengan mengingati Allâh-lah hati menjadi tenteram [ar-Ra’d/ 28]Belajar ilmu syar’i ilmu agamaTidak diragukan lagi, bahwa ilmu syar’i dapat membimbing seseorang untuk menjadi hamba Allâh Azza wa Jalla yang bertakwa. Di awal surat Ali Imrân, Allâh Azza wa Jalla memuji orang-orang yang memiliki ilmu yang dalam. Tahukah pembaca, doa apakah yang mereka ucapkan? Doa yang diucapkan oleh mereka adalahرَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُYa Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati-hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi karunia. [Ali Imrân/38]Merekalah yang lebih tahu akan Rabb-nya bila dibandingkan orang-orang awam dan mereka juga lebih tahu bahwa hati manusia bisa berubah-ubah, sehingga mereka berdoa dengan doa kepada Allâh dari hati yang tidak khusyû’ dengan doa yang telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , yang berbunyiاللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَاYa Allâh! Aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang bermanfaat, dari hati yang tidak khusyû’, dari jiwa yang tidak kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan [8]Berbuat baik terhadap anak yatim dan orang miskinDiriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya seseorang mengadu kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tentang hatinya yang keras. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam, pun bersabdaإِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ ، فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِJika engkau ingin agar hatimu menjadi lunak, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim [9]Banyak mengingat kematianDiriwayatkan dari Shafiyah x bahwasanya seorang wanita mendatangi Âisyah x dan mengadukan keadaan hatinya yang keras. Kemudian Âisyah pun berkata, “Perbanyaklah mengingat kematian, engkau akan mendapatkan apa yang kau inginkan.” Kemudian wanita itu pun mengerjakannya. Setelah itu, dia pun mendapatkan petunjuk di hatinya dan bersyukur kepada Âisyah radhiallâhu anhâ.[10]Sa’îd bin Jubair[11] dan Rabî’ bin Abi Râsyid[12] rahimahumallâh pernah berkataلَوْ فَارَقَ ذِكْرُ الْمَوْتِ قَلْبِي سَاعَةً خَشِيت أَنْ يَفْسُدَ قَلْبِيSeandainya mengingat kematian terpisah dari hatiku sekejap saja, saya takut hatiku akan menjadi rusakBanyak berziarah kuburAbu Thâlib, seorang murid Imam Ahmad, pernah berkata, “Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Abu Abdillâh Imam Ahmad tentang bagaimana melunakkan hatinya. Beliau pun menjawab, Masuklah ke dalam pemakaman dan usaplah kepala anak yatim.’.”[13]Menghadiri majlis ta’lim dan majlis nasihatMenghadiri majlis-majlis seperti ini sangat berpengaruh terhadap hati manusia. Mari kita perhatikan apa yang dikatakan oleh al-Irbâdh bin Sâriyah Radhiyallahu anhu , “Pada suatu hari Rasûlullâh Shalllallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat, kemudian menghadap ke kami dan memberikan nasihat yang sangat menyentuh, yang membuat mata-mata menangis dan hati-hati menjadi takut.”[14]Menjauhi sebab-sebab terjadinya fitnah dan dosaAgar hati kita tidak menjadi keras, maka kita berusaha sekuat mungkin untuk menjauhi sebab-sebab terjadinya dosa atau fitnah. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla melarang para Sahabat bertanya atau meminta sesuatu hal kepada istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kecuali dari belakang Azza wa Jalla berfirmanوَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّDan apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka istri- istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka [al-Ahzâb/3353]Makan makanan yang halalImam Ahmad rahimahullah pernah ditanya oleh seseorang, “Dengan apa hati bisa menjadi lunak?” Kemudian beliau pun menjawab, “Ya bunayya wahai anakku! Dengan makan makananan yang halal.”[15]Shalat malamBeribadah dan mendekatkan diri kepada Allâh di waktu sahûr sebelum SubuhBerteman dengan orang-orang yang solehIbrâhim al-Khawwâsh rahimahullah pernah berkataدَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاء قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ, وَخَلَاءُ الْبَطْنِ, وَقِيَامُ اللَّيْلِ, وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحْرِ, وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَObat hati ada lima macam, yaitu membaca al-Qur’ân dengan men-tadabburi-nya, mengosongkan perut, shalat malam, mendekatkan diri kepada Allâh di waktu sahûr dan duduk-duduk berteman dengan orang-orang yang soleh[16]KesimpulanHati memiliki sifat-sifat yang bisa yang telah dibukakan hatinya untuk menerima agama Islam dan taat kepada Allâh tidak sama dengan orang yang berhati yang berhati keras akan mendapatkan ancaman yang sangat besarOrang yang berhati keras memiliki sifat-sifat tertentu seperti yang sudah dipaparkan di atas. Seyogyanya seorang Muslim selalu melakukan introspeksi bisa menjadi keras disebabkan oleh beberapa hal. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menjauhi sebab-sebab yang keras pun dapat diobati dengan berbagai cara yang telah yang telah terjerumus kepada kemaksiatan atau merasa bahwa hatinya sangat keras, maka harus segera bertaubat dan Allâh akan mengampuni orang-orang yang benar-benar bertaubat bermanfaat dan mudah-mudahan Allâh selalu menjaga hati kita agar tetap lunak. مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَطَاعَتِكَ. آمِيْنDaftar PustakaAisarut-Tafâsîr li kalâm Aliyil-Kabîr. Jâbir bin Musa wa At-Tanwîr. Muhammad Ath-Thâhir bin Âsyûr. 1997. Tunusia Dar Qaswatil-Qalb. Al-Hâfizh Ibnu Rajab Al-Hanbali dan muqaddimah muhaqqiq-nya, Abu Maryam Thâriq bin Âtif Hijâzi. Dâr Ibni Abdurrahmân bin Abil-Hasan al-Jauzi. Tahqîq Mushthafâ Abdul-WâhJâmi’ul-Bayân fî ta’wîlil-Qur’ân. Muhammad bin Jarîr ath-Thabari. Beirut Muassasah Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ûd al-Baghawi. 1417 H/1997 M. RiyâdhDâr Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Beirut Dâru Ihyâ’ At-Turâts Al- Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi. 2003 M/1423 H. Riyâdh al-Qur’ân al-Azhîm. Ismâ’îl bin Umar bin Katsir. 1420 H/1999 M. Riyâdh Dâr sumber-sumber lain yang sebagian besar telah dicantumkan di footnotes.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIV/1431H/2011M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] _______ Footnote [1] Diringkas dari Tafsîr at-Thabari XXI/277-278, Tafsîr Ibni Katsîr III/334-336 dan VII/93 dan at-Tahrîr wa At-Tanwîr XXIV/63-64. [2] Ma’âlimut-Tanzîl VII/115. [3] Aisarut-Tafâsîr I/338. [4] HR. Ibnu Mâjah no. 4193 dan yang lainnya Dinyatakan shahîh oleh Syaikh Al-Albâni di Shahîh Ibni Mâjah. [5] Hilyatul-Auliyâ’ VIII/350 . [6] HR. al-Baihaqi dalam Syu’abil-Îmân VII/107 dan yang lainnya Hadîts mauqûf ini dinyatakan shahîh isnâd-nya oleh Syaikh Al-Albâni dalam Silsilah Adh-Dha’îfah ketika men-takhrîj hadîts no. 2430. [7] Madârijus-Sâlikîn I/343. [8] HR. Muslim no. 7081 dan yang lainnya. [9] HR. Ahmad no. 7576 dan 9018. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam ash-Shahîhah no. 854. [10] HR. Ibnu Abi ad-Dunya takhrîj ini dinukil dari kitab Dzammu Qaswatil-qalb. [11] HR. Ahmad dalam az-Zuhd no. 2006, Hilyatul-Auliya’ IV/276 dan yang lainnya. [12] HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf XIII/562 dan yang lainnya. [13] Thabaqât al-Hanâbilah I/39. [14] HR. Abu Dâwud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676 dan Ibnu Mâjah no. 43 Hadîts ini dinyatakan shahîh oleh Syaikh Al-Albâni dalam Shahih Abi Dâwûd. [15] Hilyatul-Auliyâ’ IX/182. [16] Dzammul-Hawâ I/70. Efesus 421-24 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Mungkin Anda pernah memanjatkan doa seperti ini, “Tuhan, ubah hatiku, ubah hidupku,” “Pakai hidupku, ya, Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang.” Baca juga KASIH SESEORANG TERPANCAR MELALUI PENGORBANANNYA Menurut Anda, bagaimana Tuhan mengubah hidup Anda? Banyak orang Kristen mengira bahwa ketika mereka terbangun di pagi hari, Tuhan akan secara tiba-tiba akan membuat diri mereka menjadi sabar, baik hati, lemah lembut, dan penuh penguasaan diri. Sementara, ada juga orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan memakai masalah untuk mengubah kehidupan mereka. Ayat 2 Timotius 316 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Kebenaran Firman Tuhan adalah cara Tuhan mengubah hati dan hidup Anda. Beberapa waktu lalu, saya membahas mengenai masalah di Instagram hagahtoday. Saya mengatakan bahwa selama hidup di dunia, Anda dan saya pasti akan menghadapi masalah. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, percaya atau tidak percaya, masalah adalah bagian dari hidup Anda selama ada di dunia ini. Bukan Tuhan yang menyebabkan masalah di dalam hidup Anda. Masalah muncul karena Anda yang menyebabkannya, dan terkadang, orang di sekitar Anda yang menyebabkannya. Jadi, yang menjadi masalah bukanlah masalah-masalah tersebut, karena masalah-masalah itu akan selalu ada. Yang menjadi masalah adalah respons Anda terhadap masalah. Pada saat Anda membaca dan merenungkan kebenaran Firman Tuhan, biarkan benih kebenaran itu tertanam dan bertumbuh di dalam hati Anda, berpeganglah pada hal tersebut, sehingga saat masalah datang, respons Anda terhadap masalah tidak lagi sama seperti sebelumnya. Itulah cara Tuhan mengubah hati dan hidup Anda. Baca juga JANGAN MAU DIPERBUDAK OLEH UANG Jadi, bukan Tuhan yang mengubah-ubah kapan masalah datang dan pergi dalam hidup Anda, Tuhan mengubah Anda! Melalui kebenaran-Nya, Dia mengubah cara Anda memandang dan merespons masalah. Membuat Anda menjadi lebih besar dari masalah yang Anda hadapi. penulis mistermuryadi = = = = = Jika blog ini memberkati Anda, pertimbangkanlah untuk menabur. Anda dapat memberikan donasi via BCA 7340 12 6160 atau CommBank AUS BSB 062239, Account Number 1030 2575 atas nama Zaldy Muryadi.